5 Manfaat Tanaman Sambiloto Bagi Kesehatan

Anda pernah mendengar tanaman sambiloto?. Ya, tanaman yang satu ini cukup terkenal di masyarakat sebagai salah satu tanaman herbal berupa terna tegak yang tingginya mencapai 90 sentimeter. Tanaman ini diduga berasal dari Asia Selatan dengan penyebarannya melalui India kemudian meluas ke selatan Thailand lalu ke timur semenanjung Malaysia hingga sampai di Indonesia tepatnya di pulau Jawa.

Tanaman dengan nama latin Andrographis Paniculata Ness ini tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian mencapai 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto merupakan salah satu tanaman liar yang dapat ditemukan di beberapa tempat seperti tepi sungai, tanah kosong yang lembab, kebun atau pekarangan rumah. Sambiloto memiliki beberapa karakteristik bentuk antara lain daunnya tunggal bertangkai pendek dan berbentuk lanset, pangkal dan ujung yang meruncing, tepi rata dengan permukaan atas berwarna hijau tua. Sedangkan bunganya berwarna putih dan ungu yang tumbuh melalui ketiak daun dan ujung tangkai. Buah kapsulnya berbentuk corong dengan panjang 1,5 cm dan lebar 0,5 cm. Sejak dulu tanaman yang dikenal dengan nama daerah seperti sambilata,sandilata, takila dan ampadu ini digunakan sebagai obat untuk untuk mengatasi beberapa penyakit diantaranya mengobatigejala demam, batuk dan pilek.

manfaat daun sambiloto

Sambiloto mengandung senyawa-senyawa yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat. Daun sambiloto sendiri mengandung flavonoid, laktone, dan zat andrographolid yang menyebabkan daun sambiloto menjadi pahit. Fungsi dari ketiga zat tersebut adalah merusak sel-sel tumor dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh dapat tidak mudah terserang penyakit. Selain menjaga daya tahan tubuh, sambiloto memiliki manfaat dan khasiat yang baik bagi tubuh. Berikut 5 manfaat tanaman sambiloto bagi kesehatan:

  1. Membantu menurunkan demam
    Daun sambiloto mengandung senyawa anti peretika yang ampuh untuk menurunkan demam. Beberapa penelitian menunjukkan mengonsumsi sambiloto dengan dosis 6 gram sehari setara dengan mengonsumsi acetaminophen yang terdapat pada paracetamol atau obat penghilang rasa nyeri.
  2. Mengurangi gejala radang usus
    Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, mengonsumsi sambiloto yang sudah diekstrak selama 8 minggu dapat membantu mengurangi gejala radang usus atau ulcerativa coritis. Ekstrak sambiloto juga memiliki khasiat setara dengan obat yang mengandung mesalamine (aspirin).
  3. Mengobati influenza
    Selain mengurangi gejala radang usus, ekstrak daun sambiloto dimanfaatkan untuk mengobati influenza sejak meminumnya dalam kurun waktu 72 jam. Pada umumnya dibutuhkan waktu 4-5 hari untuk mengobati gejala-gejala influenza menghilang.
  4. Mencegah kanker
    Kandungan flavonoid dan andrografolid pada tanaman sambiloto dapat menghambat penyembaran sel kanker pada tubuh. Selain itu, adanya kandungan kalium dapat membuat penderita kanker merasa lebih tenang selama menjalani perawatan.
  5. Membantu regenerasi sel-sel yang rusak
    Sambiloto berkhasiat meregenerasi sel-sel yang rusak dengan memberi nutrisi tambahan pada darah. Khusus untuk penderita kanker, proses regenerasi sel-sel yang optimal membuat kondisi penderita kanker semakin membaik.

Ada beberapa cara untuk mengolah sambiloto menjadi ramuan tradisional. Salah satunya dengan menumbuk kurang lebih satu genggam daun sambiloto. Tambahkan 110 ml air atau setara dengan setengah cangkir pada daun sambiloto yang sudah ditumbuk kemudian saring dan minum dalam satu tegukan. Minum secara rutin 2 kali sehari sebelum makan untuk memelihara daya tahan tubuh.

Baca Juga :

 

Mungkin Anda Menyukai