Kacang Gude

Tanaman Gude / Kacang Gude – Gude atau kacang gude di Jawa dibudidayakan sebagai tanaman pangan atau digunakan sebagai pupuk hijau. Tanaman ini memiliki sebutan yang berbeda-beda tergantung daerah dan negaranya. Tanaman ini mempunyai nama lain Kacang hiris (Sunda), kacang bali, ritik lias (Sumatera); Kacang gude, gude, kacang kayu (Jawa), kance (Bugis); Kacang bali, ritik lias (Sumatera). kacang kaju (Madura); Kekace, undis (Bali). lebui, legui, kacang iris, kacang turis; Puwe jai (Halmahera), fou hate (Ternate, Tidore); Shu tuo (China), kagios, kalios, kadios, gablas (Tagalog); Straucherbse (Jerman), pigeon pea (Inggris).

Sebagai tanaman pangan yang multifungsi, gude bisa ditanam di tempat kering di Indonesia (Jawa Timur, dan Kepulauan Sunda) serta Filipina. Bisa ditanam di tepian perkebunan dan sawah-sawah. Kemudian, ia juga diperbanyak baik dengan biji maupun setek.

Ciri-ciri :

  • Tumbuh sebagai perdu tegak, tinggi 1 – 2 m.
  • Batang berkayu, bulat, beralur, berbulu, hijau kecokelatan. Daun berkumpul tiga, bertangkai pendek.
  • Helai daun bulat telur sampai elips, tersebar, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau.
  • Perbungaan majemuk, keluar dari ketiak daun, bentuk tandan, karangan bunga 15.- 30 cm, mahkota bentuk kupu-kupu, kuning.
  • Buah polong, panjang 4 – 10 cm, berbulu, pipih, hijau. Biji kecil, bulat.
  • Warna kulit biji bisa putih keabu-abuan, kuning, cokelat atau hitam.
  • Polong muda dapat dimakan.
  • Polong tua dipanggang atau dibuat sejenis tempe.
  • Daun muda bisa dimakan mentah sebagai lalab, direbus atau dikukus.
  • Perbanyakan dengan biji.

Penyebaran :
Gude berasal dari India, dan menyebar hingga Asia Tenggara. Gude sampai ke Afrika 2000 SM atau lebih awal daripada itu, dan mencapai Amerika lewat jalan perdagangan budak-budak Afrika dan sejumlah penaklukan di sana, dan datangnya gude ini diperkirakan melalui Atlantik dan Pasifik. Gude kini tumbuh di seluruh wilayah tropis, termasuk Anak benua India dan Afrika Selatan, kemungkinan pada abad ke-17 Masehi.

Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 2.000 m dpl. Pertumbuhannya memerlukan banyak cahaya matahari dan tidak tahan terhadap kondisi lembap

Kandungan Kimia :
Daun gude mengandung flavonoida, saponin, dan polifenol. Sedangkan batang mengandung flavonoida, saponin, dan tanin

Gizi :

  • Mengandung 2′-o-methylcajanone, 7-hydroxy-methoxyisolaflavone, alpha-copaene, beta-himachalene, cajaminose, cajanin, asam cajaninistilbene, cajaquinone, lupeol, orientin, asam fitat, pinostrobin, vitexin, dan lain-lain
  • Kandungan energi berkisar 1450 kJ/100 g.
  • Kandungan dalam biji segar yaitu vitamin, terutama provitamin A dan vitamin B kompleks

Manfaat :

Kegunaan kacang hiris atau kacang gude

  • Kacang hiris atau kacang gude yang masih muda digunakan sebagai lalap, sayur atau dibuat rujak.
  • Kacang hiris atau kacang gude yang sudah tua, bijinya bisa dimakan dengan cara digoreng atau dipanggang terlebih dahulu, digunakan sebagai obat, digunakan untuk bahan membuat tempe dan tahu.
  • Daun muda bisa dijadikan lalapan mentah, direbus atau dikukus
  • Daun yang jatuh dapat mengikat nitrogen bersama Rhizobium
  • Sistem perakarannya yang lebar dapat memperbaiki keadaan tanah
  • Digunakan sebagai makanan ulat sutra di daerah Madagaskar
  • Di Bengal Utara dan Thailand digunakan sebagai pengusir kutu lak

Manfaat kacang hiris atau kacang gude untuk kesehatan

  • Mengatasi Sakit kuning (jaundice), sariawan, batuk, diare, gangguam perut, ; Cacingan, batuk berdahak, luka, memar
  • Tumbuhan hiris atau kacang gude dimanfaatkan untuk mengobati infeksi mata dan sakit telinga
  • Rebusan daun kacang hiris atau kacang gude dimanfaatkan untuk mengobati gatal-gatal
  • Daun kacang hiris atau kacang gude dimanfaatkan untuk mengobati sakit kuning, sakit pada mulut, pernafasan, gangguan pada perut, mengobati demam dan herpes
  • Akar dan biji dimanfaatkan untuk mengobati cacingan, batuk berdahak, luka dan dipakai untuk pengobatan sipilis
  • Biji dimanfaatkan untuk mengobati memar dan bersifat anti kanker

Baca Juga Artikel Tentang :