Khasiat Pacar Air

Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.)

Pacar Air – Tanaman ini sering kita jumpai disekeliling kita. Biasa ditanam di pekarangan atau di pot dan dan kita jumpai tumbuh liar di pinggir jalan, tanah kososng kebun dan tempat-tempat yang subur.

Ciri-ciri:

  • Berupa terna berbatang basah, bercabang monopodial
  • Daun tunggal, tersebar dan berhadapan, bentuknya lanset memanjang, pinggir bergerigi, ujung daun meruncing, tulang daun menyirip. Warna daun hijau. Panjang daun 6-15 cm dan lebar 2-3 cm.
  • Berakar serabut.
  • Bunga berwarna cerah, ada beberapa macam warna, seperti merah, oranye, ungu, putih, dll., ada yang “engkel” dan ada yang “dobel”.
  • Buahnya buah kendaga atau regma, bila masak akan membuka menjadi 5 bagian yang terpilin.
  • Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dengan tinggi 30-80 cm.

Penyebaran:
Pacar Air merupakan tanaman asli Asia terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan. Habitatnya senang dengan tempat terbuka yang langsung terkena sinar matahari. Dapat hidup di dataran rendah dan dataran tinggi hingga 1.250 mdpl.

Senyawa:

  • Sifat Kimia : Terasa pahit, hangat, sedikti toxic (beracun).
  • Efek Farmalogis : Berkhasiat melancarkan peredaran darah, melunakkan masa/benjolan yang keras.
  • Kandungan Kimia: Bunga :Anthocyanins, cyanidin, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Akar :Cyanidin mono-glycoside.

Manfaat:
Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman.

Indikasi:
Peluruh haid, Kanker pencernaan, Bengkak, Reumatik, Bisul; Gigitan ular, Ranadang kulit, Keputihan, Tulang patah/retak; Rasa nyeri, Anti-inflamasi, tertusuk benda asing di kerongkongan;

Kegunaan:

  • Biji
    Peluruh haid (Emenagog), mempermudah persalinan (Parturifasien), kanker saluran pencernaan bagian atas. Pemakaian 3 – 10 gr, untuk kanker: 15 – 60 gr, direbus.
    Bunga: Peluruh haid, mengakiri kehamilan (abortivum) dipakai bunga warna putih, pembengkakan akibat terpukul (haematom), rheumatik sendi, bisul (furunculolsis), gigitan ular, radang kulit (dermatitis). Pemakaian: 3 – 6 gr, direbus.
  • Daun
    Keputihan (Leucorrhoea), tulang patah/retak (Fracture), mengurangi rasa nyeri (analgetik).
    Akar: Peluruh haid, anti-inflamasi (antiflogistik = anti radang), rheumatik, tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan.
  • Obat Luar:
    Bunga: – Pembengkakan, bisul, rheumatik, radang kulit: Lumatkan bunga segar, tempelkan di tempat yang sakit.
    Daun: – Frakture, anti-inflamasi: Lumatkhan daun segar, ditempelkan di tempat yang sakit, atau daun direbus, untuk mencuci luka dan daunnya ditempelkan ke tempat yang sakit.

Pemakaian:

  1. Keputihan (Leucorrhoea): 30 – 60 gr daun segar, rebus.
  2. Peluruh haid: a. 4 – 5 bonggol akar, direbus, 3 – 4 kah minum b. (Haematoma dan pcluruh haid): Impatiens balsamina 6 gr Leonurus sibiricus 30 gr Curcuma zedoaria 6 gr Scirpus yagara 6 gr Semua bahan direbus.
  3. Tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan: Akar dikunyah, telan dengan air hangat.

Kontraindikasi:

  • Pada pemakaian lama, dapat timbul mulut terasa kering (Xerostomia), mual (Nausea), nafsu makan menurun (anorexia) yang menghilang setelah menurunkan dosis atau penghentian pengobatan selama 2 – 3 hari.
  • Wanita hamil jangan mengkonsumsi herbal ini.
  • Konsultasikan ke dokter bila ingin mengkonsumsi dengan obat lain. Hentikan pemakaian bila terjadi kontraindikasi.

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai