Khasiat Portulaka

Portulaka (Portulaca grandiflora Hook.)

Portulaka – Pohon ini merupakan tanaman hias.Sekarang banyak varietasnya yang berasal dari Eropa, dan merupakan hasil pemuliaan. Tanaman lebih pendek, daun lebih lebar dengan warna daun pelindung bermacam-macam, seperti merah, putih atau merah muda.

Ciri-ciri:

  • Terna semusim yang berbatang basah ini tumbuh terlentang atau naik ke atas, panjang 15–30 cm, sering bercabang mulai dari pangkalnya, pada ruasnya berambut halus, dan warnanya merah atau hijau.
  • Daun tunggal, letak tersebar, tidak bertangkai, di ujung batang berjejal rapat, ke bagian pangkal daunnya lebih jarang.
  • Helaian daun tebal berdaging, berair, bentuk jarum, bulat silindris, ujungnya tumpul, panjang 1–3,5 cm, warnanya hijau.
  • Bunga berkumpul berkelompok 2–8 di ujung batang, mekar pada pukul delapan pagi dan layu menjelang sore, warnanya merah, dadu, putih, oranye, atau kuning.
  • Buah bentuknya bulat telur, permukaan berambut, panjang 5–8 mm. Biji bulat, jumlah banyak, kecil, dan berwarna cokelat muda.
  • Perbanyakan dengan stek batang atau biji yang sudah tua.

Penyebaran:
Portulaka berasal dari Brazilia. Biasanya, ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau di taman-taman. Herba ini memerlukan sinar matahari penuh agar tumbuh subur dan berbunga meriah. Portulaka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.400 mdpl.

Senyawa:

  • Sifat Kimia : Herba ini rasanya pahit, sifatnya dingin.
  • Efek Farmalogis : Berkhasiat menghilangkan bengkak, penghilang nyeri (analgesik), antiradang, dan menghilangkan bekuan darah.
  • Kandungan kimia : Seluruh herba mengandung portulal. Batang dan bunga mengandung betacyanin, betanin, dan betanidin.

Manfaat:
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah seluruh herba dalam bentuk segar.

Kegunaan:
Herba digunakan untuk mengatasi:
sakit tenggorok, sakit kepala, radang hati (hepatitis), dan bengkak akibat terbentur (memar).

Pemakaian:

  • Rebus seluruh herba (15–30 g) dan minum setelah dingin. Bisa juga herba segar dijus, lalu minum.
  • Untuk pemakaian luar, cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, seperti gigitan serangga, bisul, koreng, atau memar, lalu balut. Air perasan gilingan herba segar juga bisa digunakan untuk mencuci dan mengompres ekzema, luka bakar, atau tersiram air panas.

Cara Pakai:

  1. Sakit tenggorok
    Cuci herba portulaka segar, lalu giling sampai halus dan peras sampai airnya terkumpul satu cangkir. Tambahkan sedikit boraks, lalu gunakan untuk kumurkumur.
  2. Sakit kepala
    Cuci seluruh bagian portulaka segar, kecuali akar (30 g). Tambahkan dua gelas air, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Jika sakit berulang, lakukan 2–3 kali dalam sehari.
  3. Hepatitis
    Cuci herba portulaka segar (30 g), lalu giling sampai halus. Peras dengan sepotong kain, lalu minum air yang terkumpul sekaligus. Lakukan 2–3 kali sehari sampai sembuh.
  4. Ekzema pada bayi
    Cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Gunakan air perasannya untuk mengompres ekzema.
  5. Bisul, koreng
    Cuci tangkai segar sampai bersih, lalu giling halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, lalu balut. Ganti 2–3 kali dalam sehari.

Catatan:

  • Ibu hamil dilarang minum rebusan herba ini.
  • Konsultasikan ke dokter bila ingin mengkonsumsi dengan obat lain. Hentikan pemakaian bila terjadi kontraindikasi.

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai