Khasiat Sawi Tanah

Sawi Tanah (Nasturtium montanum Wall.)

Sawi Tanah – Tanaman ini adalah tanaman liar yang sering kita jumpai disekitar kita. Tanaman liar ini sering kita jumpai di pekarangan pinggir jalan, ladang atau kebun. Sring dianggap sebagai gulma atau tumbuhan penggangu oleh petani, namun diluar itu semua ternyata tanaman ini memiliki kasiat sebagai tanaman obat karena kandungan kimia di dalam tanaman ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit atau gangguan kesehatan.

Ciri-ciri

  • Terna, berbatang basah, tinggi sampai 55 cm.
  • Daun bentuk bulat telur, atau bulat memanjang, ujung melancip, tepi bergerigi atau beringgit, tunggal, duduk tersebar.
  • Bunga kecil warna kuning, tersusun dalam tandan pada ujung-ujung batang.
  • Buah berupa buah lobak, bila masak membuka dengan 2 katub.

Penyebaran
Tumbuh liar di tepi saluran air, di ladang dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai setinggi 1.300 mdpl.

Kandungan Senyawa

  • Sifat kimia : Rasa pedas, hangat
  • Kandungan kimia : Rorifone, rorifamide, 6 crystalline substans (2 substansi netral dan 4 asam organik) dan beberapa turunan decyanated.
  • Efek farmalogis :penurun panas, anti racun, peluruh air seni, mencairkan dahak (mucolitik), anti bakteri.

Manfaat
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat seluruh tanaman, segar atau kering

Indikasi

  1. Radang saluran nafas, batuk berdahak, TBC.
  2. Panas, campak, sakit tenggorok.
  3. Rheumatik persendian yang akut (acute rheumatic arthritis).
  4. Hepatitis, kencing berkurang (oliguria).
  5. Bisul, memar, luka berdarah, gigitan ular.

Pengolahan

  • Obat minum 15 – 30 gr. sawi tanah yang sudah dikeringan atau 30 – 60 gr sawi tanah segar, direbus, minum.
  • Obat luar : Luka, bisul, tanaman segar dilumatkan, sebagai tapal.

Pemakaian

  1. Radang saluran nafas (chronic bronchitis): Dengan pengolahan, ambil zat berkhasiat yaitu rorifone, 200 – 300 mg/hari, dibagi dalam 4 dosis, selama 10 hari. Pada pemberian lebih dari 300 pasien. efek expectorant: baik, dahak berkurang banyak.
  2. Influenza: 30 – 60 gr. sawi tanah segar dan 10 – 15 gr. bawang putih, seluruhnya digodok, minum.
  3. Campak: Sawi tanah segar, ditumbuk Ialu peras ambil airnya, ditambah sedikit garam, minum. Kemudian diminumkan air putih. Umur 1 – 2 tahun, sekali minum 30 gr. Lebih dari 2 tahun: 60 gr.
  4. Rheumatik sendi: 30 gr. sawi tanah segar direbus, minum.
  5. Sakit lambung, melancarkan pencernaan: 30 gr. sawi tanah kering direbus, minum.
  6. TBC: 30 gr. sawi tanah direbus, kemudian ditambah gula enau, minum setiap hari.
  7. Sakit kuning: 1/4 genggam akar sawi tanah, 1/3 genggam daun sawi tanah dan 3 gelas air, semuanya rebus menjadi 1 1/2 gelas. Sesudah dingin disaring, + madu, sehari 2 x 3/4 gelas.
  8. Kencing darah: 5 pohon sawi tanah (berikut akar) dan 3 gelas air, direbus menjadi 1% gelas sehari 3 x 1/2 gelas.
  9. Sakit kandung kencing akibat kedinginan: 7 herba sawi tanah + akamya dan 3 gelas air direbus menjadi 1 gelas, minum.
  10. Mencret (diare): 1 batang sawi tanah seutuhnya ditambah 3 gelas air, direbus menjadi 1 1/2 gelas, setelah dingin, disaring, ditambah madu. Sehari 2 x 3/4 gelas.

Catatan : Konsultasikan ke dokter bila ingin mengkonsumsi dengan obat lain. Hentikan pemakaian bila terjadi kontraindikasi

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai