Manfaat Akar Gambir

Manfaat Gambir

Gambir, tanaman gambir (uncaria gambir) dengan nama ilmiah Combretum sondaicum Miq, atau yang dikenal di beberapa daerah memiliki nama gegambir, susungsung air ataupun biyit jaha. Gambir adalah ekstrak air panas dari daun dan ranting tanaman gambir yang diendapkan dan kemudian dicetak dan dikeringkan, yang berfungsi sebagai astringen. Hampir 95% produksi dibuat menjadi produk ini, yang dinamakan betel bite atau plan masala. Bentuk cetakan biasanya silinder, menyerupai gula merah. Warnanya coklat kehitaman atau kekuningan. Gambir (dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai gambier) biasanya dikirim dalam kemasan 50 kg. Bentuk lainnya adalah bubuk atau “biskuit”. Nama lainnya adalah catechugutta gambircatechu pallidum (pale catechu).

Penyebaran :

Gambir sejak lama telah dibudidayakan di Semenanjung Malaya, Singapura, dan Indonesia (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Maluku). Asal usulnya diperkirakan dari Sumatera dan Kalimantan, di mana jenis-jenis liarnya didapati tumbuh di alam. Rumphius melaporkan bahwa tumbuhan ini telah ditanam orang di Maluku pada pertengahan abad ke-18, namun sumber lain meyakini bahwa perdagangannya di kawasan Malaya telah berlangsung sejak abad ke-17.

Gambir liar kerap didapati di hutan sekunder. Ia tidak tumbuh di wilayah yang kering, namun juga tidak tahan dengan penggenangan. Tumbuh baik hingga ketinggian 200 m, gambir bisa hidup hingga elevasi 1.000 m dpl. Gambir ditanam juga di dataran rendah.

Iklim yang cocok untuk budidaya gambir adalah iklim tipe B2 menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson. Gambir berproduksi dengan baik pada jenis tanah podsolik merah kuning sampai merah kecoklatan. Ketinggian tempat yang sesuai antara 100-500 m dpl dengan curah hujan sekitar 3.000 – 3.353 mm pertahun (Anonim, 2000 dalam Noor Roufiq dkk, tt.).

Pada masa lalu gambir dihasilkan dari Sumatera Barat, Riau, Bangka, Belitung dan Kalimantan Barat (Heyne, 1987), namun kini utamanya diproduksi oleh Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu dengan sekitar 90% produksi gambir Indonesia dihasilkan dari Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Negara tujuan utama ekspor gambir Indonesia adalah India dan Singapura.

Ciri-ciri umum tanaman gambir/Uncaria Gambir

Tanaman gambir merupakan tanaman yang tumbuh merambat. Memiliki daun bulat telur denga warna merah agak tua di bagian bawah daun. Ujung daun tanaman gambir lancip dan bersisik. Panjang daunnya bisa mencapai 12,5 cm dan letak daunnya saling berhadapan. Rasa daunnya pahit. Tanaman gambir memiliki bunga berwarna putih.

Senyawa pada gambir

Ada berbagai jenis senyawa yang ditemukan pada gambir. Beberapa bahan yang paling sering ditemukan antara lain adalah seperti agen alkaloid yang lebih sering disebut dengan gambir tanin, dihidro tanin dan okso tanin. Selain itu, gambir juga banyak mengandung katekin dan manfaat senyawa flavonoid.

Gambir dihasilkan dari bagian daun dan ranting yang dihancurkan dengan air panas. Kemudian bahan ini akan didiamkan di sebuah tempat atau cetakan hingga, menghasilkan endapan berwarna kuning dan keras. Hasil akhir gambir akan berwarna hitam atau coklat kekuningan. Pemakaian gambir dilakukan dengan memotong menjadi bentuk yang lebih kecil atau dihancurkan dalam bentuk bubuk.

Manfaat gambir :

  • Obat diare
  • Menyirih
  • Sumber antioksidan
  • Mempermudah proses menyamak kulit
  • pewarna tekstil tradisional
  • Obat gangguan mulut
  • Obat luka bakar
  • Obat jerawat
  • Mencegah penuaan dini
  • Obat Maag

 

Baca Juga Artikel Tentang :