Manfaat dan Khasiat Bungli

Bungli – Tanaman ini mempunyai nama lain tergantung daerahnya : Kayu pedang (Minahasa); Kapung-kapung (Palembang); Pongporang (Sunda); Kajeng jaler, Kayu lanang, Wungli (Jawa); Dhangpedhangan (Madura); Merkulai, Merulai, Merlai, Bonglai kayu, Bolai kayu, Boli, Boloi, Bongloi Berak, Beka kampong, Bikir, Bikir hangkap, Kankatang, Biji lunang, Daun juar (Melayu). Di negara lain disebut : Oroxyli indici Semen; Biji Bungli. Oroxyli indici Cortex; Kulit Kayu Bungli.

Tanaman ini memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Semua bagian pada tanaman ini mengandung senyawa bermanfaat yang dapat digunakan di bidang kesehatan. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanaman ini tidak beracun apabila dikonsumsi oleh manusia dan hewan eksperiman walaupun dalam dosis tinggi. Berdasarkan uji in vivo dan in vitro diketahui bahwa tanaman ini memiliki manfaat sebagai antiinflamasi, antiulcer, hepatoprotektor, anti kanker, antioksidan, antimikroba,imunostimulan dan masih banyak fungsi lain yang belum dibuktikan secara ilmiah.

Ciri-ciri :

  • Tumbuhan ini adalah pohon yang dapat mencapai ketinggian 12 m (40 kaki).
  • Batang tegak, berkayu, warna hijau kotor.
  • Tangkai daun besar layu yang jatuh dari pohon ke dekat pangkal batang, akan terlihat seperti tumpukan tulang tungkai yang patah.
  • Buah melengkung panjang ke bawah dan menyerupai sayap burung besar atau menjuntai berbentuk seperti sabit atau pedang.
  • Buah berbentuk kotak dan berwarna cokelat dengan sayap tipis.
  • Tanaman ini mempunyai daun majemuk berbentuk lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul dan berwarna hijau.
  • Tanaman bungli memiliki bunga majemuk, kelopak bentuk tabung, mahkota bentuk terompet
  • Buah berwarna cokelat

Daerah Penyebaran :
Tanaman ini berasal dari india dan merupakan tanaman yang paling banyak digunakan sebagai bahan dalam upacara-upacara keagamaan di India. Persebarannya adalah di Filipina, Indocina, Siam dan India, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku.Tanaman ini ditemukan di hutan-hutan primer dan hutan sekunder ataupun di daerah-daerah terbuka, pada ketinggian 1-800 m dpl. Merupakan tanaman dengan status kelangkaan “jarang”. Jenis ini terancam karena hampir semua bagian tumbuhan sering dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan maupun keperluan lain tanpa diikuti pembudidayaan..

Kandungan Senyawa :
Sifat Agak manis, pahit, mendinginkan, dan membersihkan darah. Khasiat: Anti inflamasi, analgesik, dan antitusif. Kulit kayu: Anti inflamasi dan diuretik.

Tanaman ini mengandung flavonoid dan minyak hamper pada semua bagiannya. Chrysin dan baicalein merupakan senyawa flavonoid yang paling banyak ditemukan. Bagian daun mengandung baicalein, 6 dan 7-glukoronida, chrysin, antrakuinon dan aloe-emodin. Bagian kulit batang mengandung flavon oroxylin, chrysin, baicalein, dan biochanin-A. sedangkan pada bagian akar tanaman ini mengandung chrysin, skutelarin-7-rutinosid, asam lemah, alkaloid, sitosterol, galaktosa, baicalein, biochanin-A.

Manfaat :

  • Biji:
    -Bronkhitis.
    -Nyeri tulang rusuk.
    -Radang kerongkongan.
    -Sakit perut bagian atas.
  • Kulit kayu:
    -Hepatitis.
    -Rematik.
    -Membangkitkan nafsu makan.
    -Radang selaput lendir kandung kemih.
    -Sakit perttt.
  • Kulit akar:
    -Disentri.
    -Mencret.

 

Baca Juga Artikel Tentang :