Manfaat dan Khasiat Bungur

Bungur – Bungur termasuk jenis tanaman yang biasa digunakan untuk tanaman hias yang sering ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh. Tanaman dengan nama latin Lagerstroemia speciosa atau biasa juga disebut juga dengan nama ketangi dapat tumbuh subur di negara tropis seperti Indonesia. Tanaman bungur sendiri dapat hidup dengan mudah baik di tanah subur maupun di tanah gersang. Terkadang tanaman bungur mudah dijumpai di rimba jati. Meskipun tergolong dalam tanaman liar, bungur memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Bagian dari tanaman ini yakni daunnya, dapat digunakan sebagai obat untuk beberapa jenis penyakit dan juga untuk menjaga kesehatan.

Menurut legenda Buddhisme Theravada, tanaman bungur disebutkan sebagai pohon untuk mencapai pencerahan, atau Bodhi oleh Buddha Kesepuluh dan Sang Buddha kedua belas. Dalam bahasa Sansekerta, bungur dikenal sebagai Mahaasona dan Murutha di Sinhala.

Ciri-ciri :

  1. Pohon, tinggi 10-30 m.
  2. Batang bulat, percabangan mulai dari bagian pangkalnya, berwarna cokelat muda.
  3. Daun tunggal, bertangkai pendek.
  4. Helaian daun berbentuk oval, elips, atau memanjang, tebal seperti kulit, panjang 9-28 cm, lebar 4-12 cm, berwarna hijau tua.
  5. Bunga majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting.
  6. Buahnya buah kotak, berbentuk bola sampai bulat memanjang, panjang 2-3,5 cm, beruang 3-7, buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak menjadi cokelat.
  7. Ukuran biji cukup besar, pipih, ujung bersayap berbentuk pisau, berwarna cokelat kehitaman.
  8. Bungur dapat diperbanyak dengan biji.

Daerah Penyebaran :
Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam sebagai pohon hias atau pohon pelindung di tepi jalan. Di Jawa, bungur dapat tumbuh sampai ketinggian 800 m dpl. Selain itu, bungur banyak ditemukan pada ketinggian di bawah 300 m.

Kandungan Senyawa :
Ekstrak kulit batang bungur pada konsentrasi 1-3 g/ml menunjukkan adanya daya antibakteri terhadap Eschericlzio coli clan Shigello sonznei. Sebagai pembanding, digunakan kloramfenikol base (Heriyanto, Fakultas Farmasi WIDMAN, 1992). Infus daun bungur (bunga putih) 10% dan 20% dengan takaran 5 ml/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci. Infus 40% dengan takaran sama tidak meningkatkan efek hipoglikemik. Sebagai kontrol, digunakan air suling. Cara uji dengan metode toleransi glukosa oral (Putu Pramitasari, FF UBAYA, 1992).

Manfaat :
Bagian yang digunakan adalah biji, daun, dan kulit kayu.

  • Biji bungur digunakan untuk pengobatan : tekanan darah tinggi.
  • Kulit kayu digunakan untuk pengobatan :diare, disentri, dan kencing darah.
  • Daun digunakan untuk pengobatan : kencing batu, kencing manis, dan • tekanan darah tinggi.

Baca Juga Artikel Tentang :