Manfaat dan Khasiat Tanaman Cakar Ayam

Tanaman caker ayam mempunyai nama latin Selaginella doederleinii hieron merupakan sejenis tanaman hias yang masih tergolong ke dalam klasifikasi keluarga selaginellacea. Adapun nama lain cakar ayam di kalangan masyarakat lokal adalah cemara kipas gunung, cakar ayam, aku rane, usia, tai lantuan, menter, rumput solo, lingnai, sikili batu, shi shang be atau juang bai dan lainnya.

Bentuk daun yang mirip dengan cakar ayam merupakan ciri maupun deskripsi dari tanaman ini yang paling mudah di kenali. Pohonnya kecil dengan ketinggian hanya sekitar 35 cm, daun memanjang dengan pinggir daun yang agak tajam. Dan untuk ciri lebih detail lagi, mungkin gambar di bawah ini bisa lebih membantu.

Ciri-ciri :
Termasuk divisi Pteridophyta, tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh pada tebing, jurang, dan tempat-tempat teduh yang berhawa dingin.
Batang tegak, tinggi 15 – 35 cm, keluar akar pada percabangan.
Daunnya kecil-kecil, panjang 4-5 mm, lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda.
Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai kepercabangannya, yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.

Penyebaran :
Tanaman cakar ayam ini merupakan sejenis paku – pakuan yang biasanya tumbuh pada jurang atau tebing yang memiliki hawa sejuk atau dingin.

Kandungan Senyawa :
Tanaman ini digunakan sebagai beberapa pengobatan dikarenakan tanaman ini memiliki sifat kimia dan fermakologis yang manis dan menghangatkan, antitoksik, antineoplasma, antineoplastic (anti kanker), hemostatik (mampu menghentikan pendarahan), antioedem (meredakan bengkak).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kanker paru, Bronkhitis, Radang paru, Tonsilis, Batuk, Koreng; Hepatitis, Perut busung, infeksi saluran kencing, Tulang patah; Reumatik;

Bagian yang dipakai : Seluruh tanaman, pemakaian kering.

Kegunaan :

  1. Chorioepithelioma, choriocarcinoma, kanker nasopharynx, kanker
    paru.
  2. infeksi saluran nafas, bronchitis, radang paru (Pneumonia), tonsilitis.
  3. Batuk, serak, koreng.
  4. Hepatitis, cholecystitis, cirrhosis (Pengecilan hati), perut busung (ascites), infeksi akut saluran kencing.
  5. Tulang patah (fraktur), rheumatik.

Cara Pemakaian :

  1. Kanker :
    60 gr Cakar Ayam kering direbus selama 3 – 4 jam dengan api
    kecil, minum setelah dingin.
  2. Batuk, radang paru, radang amandel (Tonsilitis):
    30 gr Cakar Ayam direbus, minum.
  3. Jari tangan bengkak: Dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
  4. Tulang patah:
    15 – 30 gr Cakar Ayam segar direbus, minum.
    Pemakaian Luar, dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang patah,
    bila patahnya tertutup dan posisi tulangnya baik.

Penggunaan untuk diminum : 15 – 30 gr , untuk pengobatan kanker; 50 – 100 gr, rebus selama 3 – 4 jam.

Penggunaan luar : Tanaman segar dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.

Tanaman Cakar Ayam ini telah dibuat dalam bentuk tablet.
Untuk kanker : 18 tablet 60 gr herba segar.
Diminum sehari 3 x 6 – 8 tablet.

Baca Juga Artikel Tentang :