Manfaat Gandarusa

Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. f.) – Gandarusa merupakan tanaman/tumbuhan liar yang hidup di hutan, tanggul sungai dan kemudian ditanam sebagai tanaman pagar atau tanaman obat. Tanaman ini banyak ditemukan di Pulau Jawa pada ketinggian 1-500 mdpl. Tanaman ini lebih banyak ditemukan yang berbatang hitam adapula yang berbatang hijau. Daunnya dahulu dimanfaatkan untuk membunuh serangga/hama. Perkembang biakkan dapat dilakukan dengan menggunakan batang/stek.

Di India dan Asia Tenggara tanaman ini sering digunakan sebagai obat penurun panas, anti reumatik, obat sakit kapala, otot kaku, merangsang muntah,eczema, dan lain-lain.

Ciri-ciri :
Berupa semak, pada umumnya ditanam sebagai pasar hidup atau tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman obat. Di Jawa tumbuh pada ketinggian 1 – 500 m. di atas permukaan laut. Tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal batang. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat. Daun letak berhadapan, berupa daun tunggal yang bentuknya lanset dengan panjang 5-20 cm, lebar 1 – 3,5 cm, tepi rata, ujung daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek antara 5 – 7,5 mm, warna daun hijau gelap. Bunga kecil berwama putih atau dadu yang tersusun dalam rangkaian berupa malai/bulir yang menguncup, berambut menyebar dan keluar dari ketiak daun atau ujung tangkai. Buahnya berbentuk bulat panjang. Selain yang berbatang hitam (lebih populer) ada juga yang berbatang hijau.

Penyebaran :
Tanaman gadung berasal dari India dan Cina Selatan kemudian menyebar ke Asia Tenggara sampai dengan New Guinea. Tanaman gadung dapat tumbuh pada berbagai tipe dan jenis tanah seperti tanah merah, tanah hitam, lempung, kapur, ataupun tanah berpasir. Tanaman gadung tumbuh baik pada daerah yang dinaungi dan biasanya memang ditanam di bawah tegakan pepohonan. Gadung mudah dijumpai di daerah kapur seperti gunung kidul dan juga tanah berpasir seperti di parangtritis.

Kandungan Senyawa :

  • Justicin, minyak atsiri, kalium dan alkaloid agak beracun.
  • Efek kimiawi analgetik, diuretik dan antispermatozoa
  • Efekfarmalogis rasa pedas, sedikit asam dan netral. Melancarkan peredaran darah, antireumatik.

INDIKASI
Bagian tanaman yang dipakai adalah daun, segar atau kering.
1. Luka terpukul (memar), tulang patah fracture).
2. Reumatik persendian.
3. Bisul, borok, koreng.

PEMAKAIAN: 15 – 30 gr, direbus atau ditumbuk kemudian diperas dan diminum airnya. Kulit pohon dipakai untuk merangsang muntah, daun dapat digunakan untuk membunuh serangga.

PEMAKAIAN LUAR: Tanaman segar dilumatkan, tempelkan ketempat
yang sakit.Tanaman segar direbus, airnya untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN:

  1. Tulang patah, bisul:
    Yang segar dilumatkan atau yang kering dihaluskan, diaduk dengan
    arak, cuka secukupnya, untuk kompres. Tulang yang patah sudah
    dalam posisi yang benar dan terfiksasi.
  2. Memar, keseleo, reumatik:
    15 – 30 gr kering atau 30 – 60 gr gandarusa segar direbus minum
    airnya.
  3. Memar:
    Daun gandarusa diolesi minyak, layukan di atas api. Tempelkan ke
    tempat sakit.

CATATAN :
Di India dan Asia Tenggara, dipakai sebagai penurun panas, merangsang muntah, anti reumatik, pengobatan sakit kepala, kelumpuhan otot wajah, eczema, sakit mata dan telinga.

PERHATIAN : Wanita hamil dilarang memakai tanaman ini.

Baca Juga Artikel Tentang :