Manfaat jagung untuk Kesehatan

Tanaman Jagung (Zea Mays) – Meskipun dipandang sebagai sayuran, sebenarnya merupakan biji-bijian makanan. Pada masa sekarang ini, sudah banyak jagung yang menjadi komponen penting dalam makanan hewan ternak. Jagung merupakan sumber minyak pangan serta bahan dasar dari tepung maizena. Berbagai produk olahan hasil jagung menjadi sebuah bahan baku pada berbagai produk industri.

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang sering ditanam oleh petani. Tanaman jagung termasuk golongan Spermatophyta, kelas Monocotyledone, ordo Graminae, dan familia Graminaceae serta genus Zea. Nama latin Zea Mays. Sekarang ini Jagung telah menjadi komoditas perdagangan dunia, semua negara berlomba-lomba meningkatkan produksinya guna memenuhi permintaan industrinya. Salah satu caranya yaitu dengan memakai benih jagung unggul guna mendapatkan hasil panen yang banyak.

Ciri-ciri:
Tanaman berumpun, tegak, tinggi lebih kurang 1,5 meter.
Batang bulat, masif, tidak bercabang, warna kuning atau jingga.
Daun tunggal, berpelepah, bulat panjang, ujung runcing, tepi rata, panjang 35-100 cm, lebar 3-12 cm, warna hijau.
Bunga majemuk, berumah satu, bunga jantan dan betina bentuk bulir, di ujung batang dan di ketiak daun, warna putih.
Buah berbentuk tongkol, panjang 8-20 cm, warna hijau kekuningan.

Penyebaran:
Jagung dikatakan berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Kedatangan orang-orang Eropa sejak akhir abad ke-15 membawa serta jenis-jenis jagung ke Dunia Lama, baik ke Eropa maupun Asia. Penyebaran jagung ke Asia dipercepat dengan terbukanya jalur barat yang dipelopori oleh armada pimpinan Ferdinand Magellan melintasi Samudera Pasifik. Di tempat-tempat baru ini jagung relatif mudah beradaptasi karena tanaman ini memiliki plastisitas fenotipe yang tinggi. Jagung masuk Nusantara diperkirakan pada abad ke-16 oleh penjelajah Portugis.

Kandungan :

  • Rambut : Saponin, zat samak, flavon, minyak atsiri, minyak lemak, alantoin, dan zat pahit.
  • Bunga : Stigmasterol.

Manfaat :
Rambut atau tongkol muda:
1. Batu empedu.
2. Batu ginjal.
3. Busung air pada radang ginjal.
4. Busung perut.
5. Hepatitis.
6. Kencing manis.
7. Radang kandung empedu.
8. Sirosis.
9. Tekanan darah tinggi.

Baca Juga Artikel Tentang :