Manfaat Kaktus Pakis Giwang

Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia milii Ch.des Moulins) tanaman yang sekarang umum ditemukan atau dibudidayakan di dalam pekarangan. Tanaman yang sering ditanam di dalam pot ini banyak sekali dijadikan sebagai tanaman hias di teras maupun hiasan di dalam ruangan. Karena dari bentuk dan warnanya yang sangat menarik, saat ini banyak sekali orang membudidayakan tanaman kaktus pakis giwang. Disamping nilai komersialnya yang cukup bagus, ternyata tanaman kaktus pakis giwang merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan juga bermanfaat dalam pengobatan Tanaman kaktus pakis giwang ini biasanya dijadikan sebagai tanaman hias di dalam pot, pekarangan dan di taman.

Ciri-ciri:

  • Tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m.,
  • pada umumnya sebagai tanaman hias di taman, mengandung getah.
  • Batang warna coklat, berduri kasar.
  • Daun tunggal bentuk bundar telur dengan ujung lebih bulat dari pangkal, pinggir rata, warna hijau.
  • Bunga bertangkai, ada yang tunggal dan ada yang majemuk (Khas disebut siatium), warna bermacam-macam, ada yang 0ranye, kuning, dadu dan sebagainya.

Penyebaran:
Tanaman yang tumbuh di daerah dataran rendah yang ketinggiannya mencapai 2.300 m dpl.

kandungan:
Terasa pahit, astringen, netral, sedikit beracun (toxic). Bunga menghentikan perdarahan. (Hemostatik), batang dan daun sebagai anti pembengkakan (anti-swelling) clan anti radang (anti-inflammasi).

Manfaat:
Seluruh tanaman, pemakaian segar.

Guna:

  1. Bunga: Functional uterine bleeding (Perdarahan menstruasi yang
    fungsionil).
  2. Batang: Hepatitis.
  3. Daun: Bisul, radang kulit bernanah (Piodermi), tersiram air panas,
    luka bakar.

Pemakaian:

  1. Functional uterine bleeding:
    10-15 bunga segar, ditambah daging, direbus sebagai soup.
  2. Bisul dan radang kulit bernanah:
    Daun segar dilumatkan, ditambah gula merah secukupnya,
    ditempelkan ke tempat yang sakit.
  3. Hepatitis: 9-15 gram batang segar, direbus, minum airnya.

PERHATIAN:
Bila timbul mencret (diarrhea) yang berlebihan setelah minum obat ini, minum rebusan Glycyrrhiza uralensis (Gancao) sebigai antidote.

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai