Manfaat Kapas Untuk Kesehatan

Kapas – Tanaman ini telah banyak manfaatnya dikehidupan kita sehari-hari. Sebagai bahan tekstil dan lian-lainnya. Namun disisi lain ternyata kapas selain dimanfaatkan untuk peralatan atau perlengkapan atau sandang ternyata memiliki manfaat dari segi kesehatan. Tanaman ini memiliki senyawa-senyawa yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit atau keluhan tertentu.

Ciri-ciri:

  • Perdu dengan tinggi 2-3 m ini berbatang tegak, bulat, berkayu, dan berwarna hijau kotor.
  • Daunnya tunggal, bertangkai panjang, 6-10 cm.
  • Helaian daun berbentuk perisai, bercangap menjari 3-5, pertulangan menjari, warnanya hijau.
  • Bunga tunggal di ujung percabangan dan ketiak daun, mahkota bulat, warnanya kuning dan berubah menjadi merah menjelang layu.
  • Buah kotak, lonjong, ujung runcing, panjang 5-6 cm, masih muda berwarna hijau dan setelah tua cokelat kehitaman.
  • Biji bulat, warnanya hitam, diselimuti rambut putih.

Penyebaran:
Bukti tertua penggunaan kapas ditemukan oleh para arkeolog dari gua-gua Meksiko di mana sisa kain katun ditemukan dan diperkirakan berasal dari 8000 tahun yang lalu.

Kapas diketahui ditanam oleh orang-orang dari Peradaban Lembah Indus sejak tahun 3000 SM.

Selama periode yang sama, Mesir Kuno dan Peru Kuno telah membudidayakan kapas dan menenun seratnya menjadi kain.

Dari Peradaban Lembah Indus, seni membuat pakaian dari serat kapas kemudian menyebar ke Mediterania dan seterusnya.

Sejarah kapas di Eropa bisa dilacak pada sekitar abad ke-1 masehi ketika dibawa ke sana oleh para pedagang Arab.

Meskipun legislasi yang disahkan pada tahun 1700-an di Inggris menghambat penyebaran tekstil katun untuk koloni Inggris, biji kapas ditabur dan ditanam di wilayah Amerika yang dijajah oleh Spanyol.

Orang Spanyol tercatat menanam benih kapas di Florida dan Virginia pada tahun 1556 dan 1607.

Kandungan:
Buah, bunga dan daun mengandung saponin, flavonoida, polifenol, dan alkaloid. Kulit akar mengandung gosipol (asesquiterpene) 0,56-2,05%, asparagine, campuran resin, dan arginine. Minyak dari biji mengandung sekitar 2% gosipol dan flavonoid, serta kandungan asam lemak tak jenuh yaitu asam linoleat (54,16%) dan asam oleat (15,58%). Selain itu, terdapat asam lemak jenuh, seperti palmitat, miristat, stearat, dan arakidat. Gosipol berkhasiat menekan produksi sperma dan merangsang kontraksi rahim. Tingginya kadar asam lemak tak jenuh menyebabkan penggunaannya tidak akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Bunga mengandung kaempferol, herbacitrin, quercetin, isoquercetin, gossypetin, clan gossypitrin.

Manfaat:
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah biji, akar, daun, dan buah mudanya.

Indikasi :

  • Biji digunakan untuk mengatasi:
    – disfungsi ereksi (impoten),
    – ngompol (enuresis),
    – berkeringat pada malam hari,
    – wasir, dubur turun (prolaps anus),
    – perdarahan dan keluarnya cairan dari liang sanggama (vagina),
    – disentri,
    – nyeri perut dan ulu hati,
    – demam yang hilang timbul,
    – radang telinga,
    – memperbanyak keluarnya air susu ibu (ASI), dan
    – kontrasepsi pada pria.
  • Akar digunakan untuk:
    – terlambat haid,
    – mengurangi keluarnya darah haid yang banyak,
    – mengurangi nyeri haid akibat endometriosis,
    – mempermudah persalinan,
    – mengatasi gangguan pencernaan,
    – fungsi limpa yang menurun dengan gejala batuk dan sesak akibat lemahnya energi vital, dan
    – menghaluskan tumit yang teraba kasar.
  • Buah muda digunakan untuk pengobatan:
    – diare.
  • Daun digunakan untuk pengobatan:
    – radang usus (enteritis),
    – demam, dan
    – batuk berdahak.

Cara Pakai:
Untuk obat yang diminum, tidak ada rekomendasi dosis. Urftuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu gunakan untuk menurap panu, luka, luka bakar, dan memar. Biji yang digiling halus digunakan untuk menurap herpes, skabies, luka, dan radang buah zakar (orkhitis).

Contoh:

  • Diare – Cuci clan potong buah kapas yang masih mucla clan segar (lima buah). Rebus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.
  • Disfungsi ereksi (impoten) – Gongseng biji kapas (300 g) sampai kuning sambil tambahkan arak beras 1-2 sendok teh. Gongseng pula biji bawang putih di tempat terpisah. Selanjutnya, giling semua bahan sampai halus. Untuk pemakaian, ambil 10 g bubuk campuran tadi, larutkan dalam arak dan minum sewaktu perut kosong.
  • Berkeringat malam – Masukkan biji kapas sebanyak 10 g ke dalam panci email bersama tiga gelas air. Rebus dengan api kecil sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, minum airnya sekaligus pada waktu perut kosong. Lakukan sekali sehari.
  • Mempermudah persalinan – Iris akar kapas tipis-tipis, lalu seduh dan minum seperti minum teh.

Catatan:

  • Ibu hamil dilarang minum rebusan biji clan akar kapas karena dapat menyebabkan keguguran.
  • Gosipol toksisitasnya rendah, namun menimbulkan beberapa efek samping. Pada sebagian pengguna bisa timbul rasa lemah sementara yang terjadi pada fase awal pengobatan tidak memerlukan pengobatan. Sekitar 1,2% pengguna timbul rasa mual dan muntah, sebagian lagi mengeluh menurunnya hasrat seksual.
  • Bisa timbul hipokalemia pada sebagian pengguna obat ini tanpa menimbulkan gejala akibat kekurangan kalium. Sebaiknya, pemakaian obat ini dilakukan dengan pengawasan herbalis berpengalaman.
  • Dengan mengeluarkan gosipol dari minyak biji kapas melalui proses pengolahan lanjutan maka minyak biji kapas aman dikonsumsi dan berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi.

Baca Juga Artikel Tentang :