Manfaat Kayu Putih

Kayu Putih – Disebut juga gelam mempunyai nama latin Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron. Kayu putih/Gelam merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil). Minyak diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya. Namanya diambil dari warna batangnya yang memang putih.

Tumbuhan ini terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara, namun demikian dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas.

Ciri-ciri:

  • Pohon, tinggi 10-20 m, kulit batangnya berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan.
  • Batang pohonnya tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung kebawah. Daun tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, letak berseling.
  • Helaian daun berbentuk jorong atau lanset, panjang 4,5-15 cm, lebar 0,75-4 cm, ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata, tulang daun hampir sejajar.
  • Permukaan daun berambut, warna hijau kelabu sampai hijau kecoklatan, Daun bila diremas atau dimemarkan berbau minyak kayu putih. Perbungaan majemuk bentuk bulir, bunga berbentuk seperti lonceng, daun mahkota warna putih, kepala putik berwarna putih kekuningan, keluar di ujung percabangan.
  • Buah panjang 2,5-3 mm, lebar 3-4 mm, warnanya coklat muda sampai coklat tua.
  • Bijinya halus, sangat ringan seperti sekam, berwarna kuning.
  • Buahnya sebagai obat tradisional disebut merica bolong. Ada beberapa varietas pohon kayu putih.
  • Ada yang kayunya berwarna merah, dan ada yang kayunya berwarna putih.
  • Rumphius membedakan kayu putih dalam varietas daun besar dan varietas daun kecil.
  • Varietas yang berdaun kecil, yang digunakan untuk membuat minyak kayu putih.
  • Daunnya, melalui proses penyulingan, akan menghasilkan minyak atsiri yang disebut minyak kayu putih, yang warnanya kekuning-kuningan sampai kehijau-hijauan.
  • Perbanyakan dengan biji atau tunas akar.

Penyebaran:
Kayu putih dapat tumbuh di tanah tandus, tahan panas dan dapat bertunas kembali setelah terjadi kebakaran. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 mdpl., dapat tumbuh di dekat pantai di belakang hutan bakau, di tanah berawa atau membentuk hutan kecil di tanah kering sampai basah.

Kandungan:

  • Sifat kimia :
    Kulit pohon: Tawar, netral. Penenang.
    Daun: Pedas, kelat, hangat. Menghilangkan sakit (analgetik), peluruh keringat (diaforetik), anti rheumatik, peluruh kentut (karminatif, pereda kolik (spasmolitik).
    Buah: Berbau aromatis dan pedas. Meningkatkan napsu makan (stomakik), karminatif, dan obat sakit perut.
  • Kandungan Kimia: Kulit pohon: Lignin, melaleucin. Daun: Minyak atsiri, terdiri dari sineol 50%-65%, Alfa-terpineol, valeraldehida dan benzaldehida.

Manfaat:

  • Daun:
    – Rematik.
    – Nyeri pada tulang dan syaraf (neuralgia).
    – Radang usus, diare, perut kembung.
    – Radang kulit.
    – Ekzema, sakit kulit karena alergi.
    – Batuk, demam, flu.
    – Sakit kepala, sakit gigi.
    – Sesak napas (asma)
  • Kulit kayu: Lemah tidak bersemangat (neurasthenia). Susah tidur.

Baca Juga Artikel Tentang :