Manfaat Kembang Sungsang

Tanaman Kembang Sungsang (Hibiscus schizopetalus [Mast.] Hook.f.) hanya terdapat di daerah tropis. Kembang sepatu sungsang umumnya di tanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pagar di pedesaan. Habitus perdu, tegak, tinggi 2-4 m, cabang bagian atas umumnya menggantung. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, panjang 2-12 cm, lebar 1-7,5 cm, tumbuh berjejal di ujung ranting. Bunga berdiri sendiri, keluar dari ketiak daun, letaknya tergantung kebawah dengan tangkai yang panjangnya 8-16 cm. Mahkota bunga melekuk ke atas, mempunyai bentuk yang khas, yaitu bercangap menyirip rangkap dengan taju sempit, beresan compang camping, warnanya merah cerah dengan pangkal lebih tua. Tabung benang sari lemas, panjanya 8-9 cm. Bakal buah beruang lima. Pengembangbiakkan dengan setek atau biji. Kembang sepatu yang satu ini tidak termasuk Hibicus rosa-sinensis karena berbagai macam perbedaan bentuk bunga dan daunnya.

Kembang sungsang adalah tumbuhan yang merupakan salah satu dari enam jenis dalam genus Gloriosa (suku Colchicaceae). Tumbuhan ini umum dijumpai di Kepulauan Nusantara, merambat, dengan umbi yang dapat bertahan pada keadaan kering. Umbi kembang sungsang beracun sekaligus berkhasiat pengobatan.

Tumbuhan ini biasa dijadikan tanaman hias pekarangan karena bunganya yang berwarna terang dan berbentuk khas.

Penyebaran: Daerah Tropis

Bagian yang dimanfaatkan : Daun
Hindari rebusan air dari bagian umbi, karena sangat beracun.

Berikut Cara Pemakaian dari Kembang Sepatu Sungsang:
1. Pemakaian Luar:

  • Radang kulit bernanah (Pioderma): Siapkan bunga dan daun kembang sepatu sungsang secukupnya yang sebelumnya telah dicuci sampai bersih, lalu + bubuk sambiloto kering (Andrographis paniculata) + daging lidah buaya (Aloe vera). Semua bahan ditumbuk hingga halus, lalu dioleskan pada bagian kulit yang sakit. Lakukan secara teratur.
  • Bisul (Furunculus): Cucilah sampai bersih lalu ditumbuk hingga halus daun kembang sepatu sungsang secukupnya + kaktus (Opuntia dilenii) yang sebelumnya telah dikupas. Kedua bahan dihaluskan, lalu ditempelkan pada bisul.

2. Pemakaian Dalam:

  • Rematik arthritis, radang persendian: Sediakan bahan-bahan sebagai berikut; 30-60 gr daun beserta bunga kembang sepatu sungsang yang masih segar + 30 gr kembang pukul empat yang masih segar (Mirabilis jalapa) + 70 gr lidah buaya (Aloe vera) + 20 gr temulawak (Curcuma xanthorhiza), dan 15 gr jahe merah (Zingiber officinale). Semua bahan direbus dengan menambahkan 700 cc air sampai tersisa 300 cc. Saring, lalu tambahkan gula merah secukupnya dan minumlah selagi masih hangat.
  • Radang kulit (Pioderma): Siapkan 60 gr daun beserta bunga kembang sepatu sungsang lalu dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan menambahkan air sebanyak 300 cc sampai tersisa 150 cc. Sisa air 150 cc tersebut ditambahkan kedalam 200 cc jus wortel (Daucus carota), masak hingga mendidih lalu diminum jika sudah hangat. Lakukan secara teratur.
  • Abses: Sediakan 30-60 gr daun beserta bunga kembang sepatu sungsang + 30 gr krokot yang masih segar (Portulaca oleraceae) + 60 gr jail (Coix lacryma-jobi) yang telah direndam terlebih dahulu, lalu semua bahan direbus dengan menambahkan 700 cc air sampai tersisa 300 cc air. Saring, lalu diminum airnya selagi masih hangat.
  • Menghilangkan pembengkakan dan peradangan: Sediakan 30-60 gr daun beserta bunga kembang sepatu sungsang yang masih segar + 40 gr sambiloto (Andrographis paniculata) + 30 gr krokot yang masih segar (Portulaca oleraceae) + 60 gr herba kembang pukul empat (Mirabilis jalapa). Semua bahan dicuci sampai bersih lalu direbus dengan menambahkan 1 Liter air sampai tersisa setengahnya. Saring, lalu airnya diminum untuk 2 x sehari @ 250 cc.
  • Radang ginjal (Nephitis): Sediakan 30-60 gr daun beserta bunga kembang sepatu sungsang yang masih segar + 60 gr akar alang-alang (Imperata cylindrical) + 60 gr kulit semangka. Semua bahan direbus dengan menambahkan 1 liter air sampai tersisa 500 cc air. Setelah airnya dingin lalu disaring dan diminum untuk pemakaian 2 kali sehari, @ 250 cc.

Catatan:
Wanita hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi air rebusan kembang sepatu sungsang ini.
Untuk penyakit berat, sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter.
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur.
Dilarang meminum air rebusan umbi atau perasan umbi karena dapat menyebabkan kematian.

 

Baca Juga Artikel Tentang :