Manfaat (Kulit) Secang

Secang – Mempunyai nama lain sepang nama ilmiah Caesalpinia sappan L. Tanaman secang dimanfaatkan kulit dan kayunya untuk dijadikan rempah-rempah dan buahnya merupakan salah satu jenis polong-polongan.
Kulit kayu dan kayu secang mengeluarkan zat pewarna merah alami. Kayu secang sering digunakan sebagai dasar pewarna, yaitu warna merah.

Ciri-ciri Tanaman :

  • Pohon kecil dengan tinggi 4-10 m
  • Batang memiliki tonjolan-tonjolan dengan banyak duri
  • Kulit batang (pepagan) berwarna cokelat keabu-abuan
  • Ranting memiliki duri yang melengkung ke bawah
  • Ranting dan kuncup mberambut halus dan berwarna kecokelatan
  • Daun menyirip ganda
  • Anak daun sebanyak 10-20 pasang tiap tulangan daun
  • Bunga berwarna kuning
  • Biji bulat panjang

Penyebaran :
Diperkirakan bahwa secang berasal dari daerah sekitar India hingga Cina dan Semenanjung Malaya. Di Asia Tenggara tanaman ini telah lama dibudidayakan. Beberapa jenis bahkan ditemukan di beberapa negara di Afrika.
Tumbuh subur dilereng gunung atau bukit. Tidak menyukai genangan air.

Kandungan senyawa :
– Brazilin = Pewarna alamai yang memberikan warna merah. Terletak di kulit batang dan batan.
– Polifenol = Berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas.
– Flavonoid = Meningkatkan efektifitas vitamin C, anti oksidan, antibiotik alami yang sangat bagus, dan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas.
– Tannin = Anti bakteri, menghentikan pendarahan, memperbaiki dinding usus.
– Minyak atsiri = Bersifat analgesik, obat sakit perut, antiseptik.

Manfaat :

  1. Pewarna
    Sebagaimana kayu yang mengandung brazilin, kayu sepang terutama dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna: makanan, pakaian, anyam-anyaman, dan barang-barang lain. Rumphius mencatat bahwa “Lignum Sappan” ini pada masa lalu ditanam orang hampir di semua pulau di Nusantara. Kayu ini menjadi komoditas perdagangan antar bangsa hingga penghujung abad ke-19; setelah itu nilainya terus menurun akibat persaingan dengan bahan pewarna sintetik, dan kini hanya menjadi barang perdagangan di dalam negeri.
  2. Bahan obat
    Kayu secang memiliki khasiat sebagai pengelat (astringensia). Kandungan utamanya adalah brazilin, yakni zat warna merah-sappan, asam tanat, dan asam galat. Simplisia kayu secang berupa irisan atau keping-keping kecil kayu ini dikenal sebagai Sappan lignum dalam sediaan FMSo (Formularium Medicamentorum Soloensis).
  3. Brazilin dari kayu secang teruji secara ilmiah bersifat antioksidan, antibakteri, anti-inflamasi, anti-photoaging, hypoglycemic (menurunkan kadar lemak), vasorelaxant (merelaksasi pembuluh darah), hepatoprotective (melindungi hati) dan anti-acne (anti jerawat). Ekstrak kayu secang juga ditengarai berkhasiat anti-tumor, anti-virus, immunostimulant dan lain-lain.
  4. Secara tradisional, potongan-potongan kayu secang biasa digunakan sebagai campuran bahan jamu di Jawa. Di samping itu, kayu secang adalah salah satu bahan pembuatan minuman penyegar khas Yogyakarta selatan (wedang secang dan wedang uwuh).
  5. Lain-lain
    Karena kekuatan, keawetan, dan keindahan warnanya, kayu secang juga dimanfaatkan dalam pembuatan perkakas rumah tangga. Hanya, karena tidak ada eksemplar kayu yang berukuran cukup besar dan panjang, kayu ini melulu digunakan untuk pembuatan perkakas kecil-kecil, kayu lis dan pigura, pasak dan paku kayu dalam pembuatan perahu, dan lain-lain.

Baca Juga Artikel Tentang :