Manfaat Mengkonsumsi Bawang Putih

Manfaat Mengkonsumsi Bawang Putih

Siapa yang tidak mengenal tanaman ini, hampir di dalam setiap masakan menggunakan bawang putih. Bawang putih (Allium sativum; bahasa Inggris: garlic) adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa. Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan maupun pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.

Bawang mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yang membuat bawang putih mentah terasa getir atau angur.

Bawang putih diketahui dapat menyebabkan bau mulut (halitosis) dan bau badan, yang digambarkan sebagai “bau bawang” yang menyengat. Hal ini disebabkan oleh allyl methyl sulfide (AMS). AMS adalah cairan volatil yang diserap ke dalam darah selama metabolisme senyawa sulfur yang berasal dari bawang putih; dari darah, zat itu kemudian mengalir ke paru-paru (dan dari sana menuju ke mulut, menyebabkan bau mulut; lihat nafas bawang putih). Zat ini juga terakumulasi di kulit, di mana ia dipancarkan melalui pori-pori kulit. Mencuci kulit dengan sabun hanya akan menghilangkan sebagian dan tidak sempurna untuk menghilangkan bau. Studi telah menunjukkan bahwa meminum susu pada saat bersamaan dengan mengkonsumsi bawang putih dapat secara signifikan menetralisir bau mulut. Mencampur bawang putih dengan susu di mulut sebelum menelan mengurangi bau lebih baik daripada meminum susu sesudahnya. Air putih, jamur dan kemangi juga bisa mengurangi bau; Campuran lemak dan air yang ditemukan dalam susu, bagaimanapun, adalah yang paling efektif.

“Lipatan” hijau dan kering di bagian tengah siung bawang putih biasanya lebih berbau tajam. Senyawa belerang allicin, yang dihasilkan saat bawang putih segar dihancurkan atau dikunyah juga menghasilkan senyawa belerang lainnya: ajoene, allyl polysulfides, dan vinyldithiin. Bawang putih tua mengandung sedikit allicin, namun mungkin memiliki beberapa zat aktif karena adanya S-allylcysteine.

Beberapa orang menderita alergi bawang putih terhadap bawang putih dan spesies lain dari genus Allium. Gejala bisa termasuk iritasi usus, diare, ulserasi mulut dan tenggorokan, mual, kesulitan bernafas, dan dalam kasus yang jarang terjadi, anafilaksis. Pasien sensitif bawang putih menunjukkan tes positif terhadap disulfida, allylpropyldisulfide, allylmercaptan dan allicin, yang semuanya ada pada bawang putih. Orang-orang yang menderita alergi bawang putih seringkali peka terhadap banyak tanaman lainnya, termasuk bawang merah, daun bawang, leek, bawang merah, lili kebun, jahe, dan pisang.

Beberapa laporan luka bakar serius akibat penggunaan bawang putih topikal untuk berbagai keperluan, termasuk penggunaan naturopati dan perawatan jerawat, menunjukkan bahwa penggunaan bawang putih harus dilakukan dengan hati-hati, biasanya dengan menguji area kecil kulit menggunakan sedikit konsentrasi bawang putih. Atas dasar banyaknya laporan tentang luka bakar tersebut, termasuk luka bakar pada anak-anak, penggunaan bawang putih mentah mentah, serta penyisipan bawang putih mentah ke dalam rongga tubuh, tidak dianjurkan. Secara khusus, aplikasi topikal bawang putih mentah untuk anak kecil tidak dianjurkan. Efek samping suplementasi bawang putih jangka panjang sebagian besar tidak diketahui, dan tidak ada penelitian yang disetujui FDA telah dilakukan. Kemungkinan efek sampingnya meliputi ketidaknyamanan gastrointestinal, berkeringat, pusing, reaksi alergi, pendarahan, dan penyimpangan menstruasi.

Beberapa ibu yang menyusui telah menemukan, setelah mengkonsumsi bawang putih, bahwa bayi mereka dapat lebih lambat ketika disuapi, dan menimbulkan bau bawang putih pada bayinya juga.

Jika dosis bawang putih yang disarankan lebih tinggi dari yang dianjurkan dengan obat antikoagulan, maka bisa menyebabkan risiko pendarahan yang lebih tinggi. Bawang putih dapat berinteraksi dengan warfarin, antiplatelet, saquinavir, antihipertensi, calcium channel blocker, antibiotik quinolone ciprofloxacin, dan obat-obatan hipoglikemik, serta obat-obatan lainnya. Allium mungkin beracun bagi kucing atau anjing.

Beberapa manfaat mengkonsumsi bawang putih :

  1. Menurunkan Resiko Terkena Kanker
    Kandungan kimia yang terdapat di dalam bawang putih telah diuji secara klinis dapat mengurang resiko terkena kanker dan efektif mengurangi pertumbuhan sel dari berbagai jenis kanker yang berbahaya. Kandungan Diallyl Sulfida yang terdapat dalam bawang putih secara efektif menghambat pertumbuhan dan transformasi sel-sel kanker.
  2. Mencegah Tekanan Darah Tinggi
    Kandungan Polisulfida telah secara klinis terbukti dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Cara kerja zat ini membantu melegakan dan membuka pembuluh darah agar supaya tekanan dalam pembuluh darah tidak terlalu besar.
  3. Sumber Antioksidan, Antivirus dan Antibakteri
    Bawang putih kaya akan Antioksidan, Antivirus dan Antibakteri yang dibutuhkan oleh tubuh. Bawang putih dapat membantu tubuh memerangi bakteri, virus, jamur, cacing dalam tubuh.
  4. Menurunkan Kadar Kolesterol
    Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa mengkonsumsi bawang putih mampu memangkas LDL (Kolesterol Jahat) sebanyak 10-15% dan meningkatkan HDL (Kolesterol Baik). Caranya adalah dengan mengkonsumsi 10 gram bawang putih mentah setiap hari selama 6 minggu berturut-turut.
  5. Membantu Menurunkan Berat Badan
    Zat anti inflamasi yang terdapat di bawang putih dapat membantu mengatur sel lemak yang terbentuk dalam tubuh kita. Obesitas atau berat badan terjadi ketika lemak terus terbentuk, tahapan ini mengubah Pre-adiposit menjadi sel-sel lemak (adipocytes) melalui proses yang kita namakan sistem inflamasi. Vinyldithin zat yang terdapat pada bawang putih dapat membantu menghambat terjadinya proses inflamasi ini yang tentu baik untuk mencegah berat badan.
  6. Menambah Gairah Seksualitas Bagi Pria
    Dengan menkonsumsi bawang putih, maka peredaran darah yang mengalir pada bagian organ akan lancar sehingga gairah seksualitas pada pria dapat bertahan lama.

Baca Juga Artikel Tentang :