Manfaat Sambang Darah

Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis Lour.)

Sambang Darah – Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias di taman atau perkarangan karena keunikan daunnya. Keunikannya warna daunnya yang berwarna hijau pada bagian atas dan merah tua pada bagian bawahnya. Jenis dari pada tanaman ini sangatlah banyak. Sehingga sering kali orang salah mengrtikan tanaman ini dengan jenisnya yang lain karena warna daun yang hampir sama. Padahal berbeda jenis, maka berbeda pula khasiat yang di hasilkan.

Ciri-ciri

  • Perdu yang tumbuh tegak ini mempunyai tinggi 0,5–1,5 m, percabangan banyak, getahnya berwarna putih dan berracun.
  • Daun tunggal, bertangkai, helaian daun bentuknya jorong sampai lanset memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan bawah, panjang 4–15 cm, lebar 1,5–4,5 cm, warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap.
  • Daun muda warnanya lebih mengilap. Bunga keluar dari ujung percabangan, bentuknya kecilkecil, warnanya kuning, tersusun dalam rangkaian berupa tandan, bunga jantan lebih banyak daripada bunga betina.
  • Buah tiga keping, bundar, dengan diameter sekitar 1 cm.
  • Dapat diperbanyak dengan setek batang atau cangkokan.

Penyebaran
Umumnya, sambang darah di tanam di pekarangan sebagai pagar hidup atau tanaman obat, di taman-taman sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di hutan dan di ladang pada tempat yang terbuka atau sedikit terlindung. Tanaman yang berasal dari Indocina ini tidak menyukai tanah yang tergenang air.

Kandungan Senyawa

  • Efek Kimia: rasanya pedas, sifatnya hangat, beracun
  • Kandungan Kimia: Tanin, asam behenat, triterpenoid eksokarol, silosterol. Getah mengandung resin dan senyawa yang sangat berracun.
  • Efek Farmalogis: Tumbuhan ini berkhasiat membunuh parasit (parasitisid), menghilangkan gatal (antipruritik), dan penghenti perdarahan (hemostatis).

Manfaat
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, ranting, dan akarnya.

Indikasi

  • Sambang darah digunakan untuk mengatasi:¬†banyak mengeluarkan darah sewaktu haid dan melahirkan,¬†batuk darah, muntah darah, luka berdarah, dan disentri.

Pengolahan

  • Untuk obat yang diminum, lihat contoh pemakaian.
  • Pemakaian luar digunakan untuk pengobatan gatal-gatal dan penyakit kulit kronis, seperti psoriasis, ekzema kronis, neurodermatitis, dan luka berdarah. Caranya, cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, lalu balut.

Pemakaian

  • Disentri
    Cuci daun sambang darah (15 lembar), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin, saring airnya untuk dua kali minum, pagi dan sore hari.
  • Muntah darah
    Cuci daun sambang darah (10 lembar ), lalu giling halus. Tambahkan garam seujung sendok teh dan air masak sebanyak setengah cangkir. Aduk merata, lalu saring dan peras dengan sepotong kain. Minum sekaligus.
  • Perdarahan haid
    Cuci ranting kering sambang darah sebesar jari kelingking, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusannya sehari tiga kali, masing-masing setengah gelas.
  • Perdarahan setelah bersalin, keguguran
    Cuci akar kering sambang darah sebesar satu setengah jari kelingking, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan dua gelas air minum sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

Catatan :

  • Untuk ibu hamil dilarang untuk mengkonsumsi obat herbal ini.
  • Konsultasikan ke dokter bila ingin mengkonsumsi dengan obat lain. Hentikan pemakaian bila terjadi kontraindikasi.

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai