Manfaat Senggani

Senggani (Melastoma candidum D. Don)

Senggani – Tanaman liar ini mungkin sudah tidak lagi ditemukan di kota-kota namun dipinggiran kota, atau bahkan kota kecil tanaman ini masih bisa kita lihat. Tanaman ini sering ditemukan diperbukita. Bila buah telah masak, maka buah akan merekah, bila dimakan maka lidah kita akan manjadi ungu. Rasa buah kesat-kesat manis.

Ciri-ciri

  • Perdu, tegak, tinggi 0,5 – 4 m, banyak bercabang, bersisik dan berambut.
  • Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan bersilang. Helai daun bundar telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 tulang daun yang melengkung, panjang 2 – 20 cm, lebar 0,75 – 8,5 cm, warnanya hijau.
  • Perbungaan majemuk keluar di ujung cabang berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4 – 1 8, mahkota 5, warnanya ungu kemerahan.
  • Buah masak akan merekah dan berbagi dalam beberapa bagian, warnanya ungu tua kemerahan.
  • Biji kecil-kecil, warnanya cokelat.
  • Perbanyakan dengan biji.

Penyebaran
Senggani tumbuh liar pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau di daerah obyek wisata sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini bisa ditemukan sampai ketinggian 1.650 mdpl.

Kandungan Senyawa

  • Sifat kimia : Daun Senggani rasanya pahit
  • Kandungan kimia : Daun senggani mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.
  • Efek farmalogis : analgetik, diuretik, anti-inflamasi

Manfaat
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat daun, akar, buah, dan biji.

Indikasi

  • gangguan pencernaan makanan (dispepsi), disentri basiler, diare,
  • hepatitis,
  • keputihan (leukorea), sariawan,
  • darah haid berlebihan, perdarahan rahim diluar waktu haid,
  • mimisan, berak darah (melena), wasir berdarah,
  • radang dinding, pembuluh darah disertai pembekuan darah di dalam salurannya (tromboangitis),
  • air susu ibu (ASI) tidak lancar,
  • keracunan singkong, mabuk minuman keras,
  • busung air, dan
  • bisul.

Pengolahan

  • Akar sebanyak 30 – 60 g direbus, lalu diminum.
  • Untuk pemakaian luar, daun segar atau yang telah dikeringkan digiling halus lalu dibubuhkan, pada luka bakar atau luka berdarah. Luka tersebut lalu dibalut.

Catatan : Konsultasikan ke dokter bila ingin mengkonsumsi dengan obat lain. Hentikan pemakaian bila terjadi kontraindikasi

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai