Manfaat Tahi Kotok

Tahi Kotok (Tagetes erecta L.)

Tahi Kotok – Tanaman yang berasal dari Mekiko ini biasa kita temukan di sekitar kita. Sering ditanaman sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya yang berbau khas. Namun selain keindahan dari bunganya ternyata tanaman ini menyimpan manfaat lain yaitu sebagai tanaman obat.

Ciri-ciri

  • Herba tahunan, tegak, tinggi 60 – 70 cm.
  • Ditanam pada halaman rumah dan taman-taman sebagai tanaman hias,
  • Lebih menyukai tempat tempat yang terkena sinar matahari, dan lembab.
  • Bunga berbentuk bonggol (flower head), yang dikelilingi daun pelindung.
  • Warna bunga kuning atau orange.

Penyebaran
Tahi kotok berasal dari Meksiko, menyukai tempat terbuka yang terkena matahari langsung dan udara lembab. Dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1.500 mdpl.

Kandungan Senyawa

  • Sifat Kimia : Rasa pahit, bau khas, sejuk
  • Kandungan Senyawa : Bunga tahi kotok mengandung tagetiin 0,1%, terthienyl, helenian 0,74%, flavoxanthin.
  • Efek Farmalogis : antiradang, mengencerkan dahak, obat batuk, peluruh kencing (diuretik), dan memperbaiki gangguan pencernaan.

Manfaat
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat daun dan minyak, bunga bisa segar ataupun bunga kering.

Indikasi

  • Mengobati gondongan (parotitis), pembengkakan payudara (mastitis)
    Cara penggunaannya dengan menyediakan bunga tahi kotok secukupnya, kemudian dihaluskan dan campurkan dengan cuka beras putih secukupnya, gunakan sebagai tapal pada bagian yang sakit.
  • Mengobati radang kulit bernanah (Pioderma)
    Cara penggunaannya dengan menyediakan akar dan daun tahi kotok yang segar, daun sambiloto segar secukupnya, kemudian dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    untuk bagian yang luka sediakan bunga tahi kotok, daun ubi jalar secukupnya, kemudian dihaluskan lalu ditempelakan pada bagian yang sakit
  • Mengobati sakit gigi, sakit mata (Conjuntivitis)
    Cara penggunaannya dengan menyediakan 10 gram bunga tahio kotok kering, 2 siung bawang putih, kemudian direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya disaring dan diminum.
  • Mengobati influenza
    Cara penggunaannya dengan menyediakan 10 gram bunga tahi kotok kering, 15 gram jahe, dan 1 batang daun bawang putih, kemudian direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu saring dan airnya diminum.
  • Mengobati batuk rejan (pertussis)
    Cara penggunaan yang pertama denga menyediakan 15 gram bunga tahi kotok kering, gula merah secukupnya, kemudian rebus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya
  • Mengobati radang saluran napas (bronkhitis)
    10 gram bunga tahi kotok kering, 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.), dan 10 gram umbi bunga lili kering/pahap (Lilium sp.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  • Mengobati radang tenggorokan (pharyngitis)
    Cara penggunaannya dengan menyediakan 10 gram bunga tahi kotok kering, 60 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, 30 gram brojo lintang, kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  • Mengobati sariawan (aphthae)
    Cara penggunaannya dengan menyediakan 10 gram bunga tahi kotok kering, 10 gram asam jawa tanpa biji, gula merah secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring dan airnya diminum.
  • Mengobati kejang karena panas pada anak-anak
    Cara penggunaannya dengan menyediakan 5 gram bunga tahi kotok kering, 30 gram kacang hijau yang direndam terlebih dahulu dan 15 gram daun teratai, kemudian direbus dengan air secukupnya dan disaring lalu diminum.

Baca Juga Artikel Tentang :

Mungkin Anda Menyukai