Manfaat Tanaman Daun Encok

Tanaman Daun Encok adalah jenis daun yang berasal dari tanaman perdu yang tumbuh liar. Walaupun liar, ternyata daun ini memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Nama latin tanaman daun duduk disebut Desmodium Triquetrum, dalam bahasa Inggris disebut Three-flowered desmodium.

Tanaman ini lebih sering dimanfaatkan daunnya. Daun duduk bentuknya panjang dengan daun sayap yang cukup lebar. Warnanya hijau dengan ujung yang runcing. Jika sudah menua, daun ini berubah warna menjadi warna cokelat. Daun duduk mengandung asam silikat, trigonelin, hipaforin, tannin, saponin, dan flavoinda. Daun ini punya segudang manfaat dan juga khasiat untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh Anda.

Ciri-ciri :
Perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6 – 2 m.
Batang berkayu, bulat, licin, beralur, bereabang.
Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5 – 2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang.
Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5 – 11 cm, lebar 2 – 5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, wamanya hijau.
Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih.
Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam.
Biji kecil, cokelat.
Perbanyakan dengan biji atau setek.

Penyebaran :
Tumbuhan ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan Pasifik. Daun encok tumbuh liar di ladang, di tepi saluran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai ketinggian 800 mdpl.

Kandungan senyawa :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun encok bersifat pahit, tonik, dan beracun.

KANDUNGAN KIMIA : Daun mengandung plumbagin, 3-3-biplumbagin, 3-chloroplum- bagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxy plum- bagin). Zat berkhasiatnya yang bernama plumbagin sangat beracun dan pada pemakaian lokal dapat menyebabkan kerusakan kulit berupa lepuh seperti luka bakar. Efek Farmakologis dan hasil Penelitian : Pemberian sari akar daun encok dalam alkohol 50% dengan dosis 100 mglkg bb dan 150 mglkg bb yang diberikan secara oral pada mencit betina, mempunyai efek antifertilitas dan abortivum.

Manfaat:
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Akar dan herba.

INDIKASI :
Indikasi Akar berkhasiat untuk mengatasi:
– rematik sendi, memar (lebam),
– keseleo, nyeri lambung,
– kurap, dan kanker darah.

CARA PEMAKAIAN :
Akar sebanyak 10 – 15 g, direbus selama lebih dari 4 jam.
Pemakaian luar, daun diremas lalu diletakkan pada bagian tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit ke ala atau diletakkan di perut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari 1/2 jam agar tidak timbul lepuh seperti luka bakar.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Sakit Rematik
a. Siapkan segenggam daun segar, dicuci lalu ditumbuk halus.
Tambahkan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur.
Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit.
Lakukan 2 kali sehari.

b. Siapkan daun segar sebanyak 15 g lalu dicuci bersih. Tambahkan
kapur sirih sebanyak 1 sendok makan. Carnpuran ini lalu ditumbuk
sampai lumat, kemudian dibalurkan ke tempat yang.sakit.

2. Sakit kepala
a. Siapkan daun encok secukupnya, lalu dipipis. Tambahkan sedikit
minyak kelapa sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di
pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Cukup 30
menit supaya tidak terjadi lepuh.

b. Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan.
Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di
belakang telinga.

3. Kencing kurang lancar
Ambil daun encok secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling
halus. Gosokkan ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di
posisi kandung kencing. Cukup 30 menit agar tidak terjadi lepuh.

4. Kanker darah
Siapkan akar daun encok, biji Livistona chinensis, Hedyotis diffusa
(rumput lidah ular) dan Verbena officinalis (verbenae berbalma bian cao), masing-masing 30 g, dan Spica prunellae (xia ku caol dari
tumbuhan Prunella vulgaris L.) 15 g. Akar daun encok direbus
terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih secukupnya.
Tambahkan air bila air rebusannya.berkurang. Setelah 4 jam, baru
bahan obat lain-lainnya dimasukkan. Didihkan kembali selama 1/2
jam. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3
kali, masing-masing 1/3 bagian.

5. Kusta, skabies, dan kelainan kulit
Ambil akar daun encok, lalu cuci dan tumbuk sampai halus.
Tambahkan sedikit susu dan air sambil diaduk merata sampai
menjadi adonan seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

CATATAN :
– Perempuan hamil dilarang menggunakan.
– Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat (boric acid).
– Daun hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar juga
dibatasi selama 1/2 jam. Terlalu lama menyebabkan timbulnya lepuh
seperti luka bakar.

Baca Juga Artikel Tentang :