Manfaat Tanaman Katu/Katuk

Tanaman Katu/Katuk – Memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus. Di Asia Tenggara khususnya Indonesia tanaman ini terkenal atau sering digunakan sebagai sayuran yang berfungsi menambah/melancarkan ASI.

Ciri-ciri:

  • Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter.
  • Batang berkayu, bulat, bekas daun tampak jelas, tegak, daun muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna cokelat kehijauan.
  • Daun majemuk, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, panjang 1-6 cm, lebar 1-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau.
  • Bunga majemuk bentuk payung di ketiak daun, mahkota bulat telur, warna ungu. Buah buni, bulat, beruang tiga, diameter Iebih kurang 1,5 mm, warna hijau keputih-putihan.

Penyebaran:
Katuk tumbuh didataran rendah sampai dengan 1.300 meter diatas permukaan laut, daerah yang terbuka atau sedikit terlindung dengan tanah yang ringan dan katuk juga dapat digunakan untuk pagar hidup.Untuk pengembangbiakan nya dapat digunakan stek batang yang belum terlalu tua.

Kandungan:

  • Daun Katuk mengandung senyawa fitokimia berkhasiat obat. Dalam daun katuk sedikitnya mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat merangsang pembentukan hormon-hormon steroid (progesteron, estradiol, testosteron, glukokortiroid) dan senyawa eikosanoid (prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, klipoksin, leukotrin)
  • Kandungan gizi daun katuk meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, Vitamib A, B dan C, dan metil piroglutamat serta p-dodesilfenol sebagai komponen minor. Terkandung juga energi seperti hidrat arang, serat, abu, kalsium, karoten, air, senyawa saponon, flavonoid dan tanin.

Manfaat:
Bagian yang digunakan : Daun dan akar.

Kegunaan :

  • Daun:
    1. Demam
    2. Pelancar ASI
    3. Suara parau.
  • Akar:
    1. Demam
    2. Kencing sedikit
    3. Lepra (obat luar).

Ramuan/Takaran:

  • Demam dan Kencing Sedikit
    Ramuan:
    Akar Katu 4 gram
    Air 110 ml
  • Cara pembuatan:
    Dibuat infus.
  • Cara pemakaian:
    Diminum 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.
  • Lama pengobatan:
    Diulang selama 4 hari.
  • Pelancar ASI
    Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian. Makan harus teratur dan dipilih makanan yang bergizi.

Baca Juga Artikel Tentang :