Manfaat dan Khasiat Daun Kentut

Manfaat dan Khasiat Daun Kentut

Daun Kentut – Tanaman ini mempunyai nama latin Paederia Scandens merupakan sejenis tanaman liar yang dapat tumbuh pada semua wilayah terutama yang kandungan airnya cukup. Hidup dengan cara menjalar pada media yang ada disekitarnya, biasanya merambat pada tumbuhan yang lebih besar.

Daun Kentut dipercaya oleh masyarakat sngat manjur mengatasi masalah perut kembung, rematik, bengkak, mengeluarkan raun dan menambah selera makan.

Botani/Ciri :

  • Herba tahunan, berbatang memanjat, pangkal berkayu, panjang 3-5 m.
  • Tumbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar atau di tebing sungai, kadang dirambatkan dipagar halaman sebagai tanaman obat dan dapat ditemukan dari 1-2.100 m dpl.
  • Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1-5 cm, letak berhadapan, bentuknya bundar telur sampai lonjong atau lanset.
  • Pangkal daun berbentuk jantung, ujung runcing, tepi rata, panjang 3-12,5 cm, lebar 2-7 cm, permukaan atas berambut atau gundul, tulang daun menyirip, bila diremas berbau kentut.
  • Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan.
  • Mahkota bunga berwarna putih, bagian dalam tabung berwarna ungu gelap.
  • Buah bulat, warnanya kuning, mengkilap, panjang 4-6 mm.
  • Daun dimakan sebagai Ialab atau disayur.
  • Perbanyakan dengan stek batang atau biji.

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis:
Rasa manis, lama-lama terasa sedikit pahit, netral. Anti rematik, penghilang rasa sakit (analgetik), peluruh kentut (karminatif, peluruh kencing, peluruh dahak (mucolytic), penambah napsu makan (stomakik), antibiotik, anti radang, obat batuk (antitussif, menghilangkan racun (detoksifikasi), obat cacing, pereda kejang.
Kandungan Kimia: Batang dan daun mengandung: Asperuloside, deacetylasperuloside, scandoside, paederosid, paederosidic acid dan gama-sitosterol, arbutin, oleanolic acid dan minyak menguap.

Manfaat :

  1. Kejang (kolik) kandung empedu dan saluran pencernaan,
  2. Perut kembung.
  3. Rasa sakit pada luka, mata atau telinga.
  4. Bayi dengan gangguan penyerapan makanan, mainutrisi.
  5. Sakit kuning (icteric hepatitis), radang usus (enteritis), disentri.
  6. Bronkhitis, batuk (whooping cough).
  7. Rheumatism, luka akibat benturan, tulang patah (fraktur),
  8. Keseleo.
  9. Darah putih berkurang (leukopenia) akibat penyinaran (radiasi)
  10. Keracunan organic phosphorus pada produk pertanian.
  11. Kencing tidak lancar

Baca Juga Artikel Tentang :