Tanaman Patah Tulang Sebagai Obat Herbal yang Mujarab

Mendengar nama tanaman patah tulang mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah tanaman yang memiliki ranting yang patah sehingga dijuluki sebagai tanaman patah tulang. Sebenarnya tanaman ini tidak memiliki ranting yang patah pada setiap sisinya. Patah tulang merupakan tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 2-6 m dengan pangkal berkayu dan bercabang banyak. Ranting pada tanaman ini berbentuk bulat silindris seperti pensil, beralur halus membujur dan berwarna hijau.

Ketika ranting tumbuh sejengkal, ranting tersebut akan bercabang dua dan melintang hingga begitu seterusnya sehingga cabang tersebut tampak seperti patah-patah. Tanaman yang memiliki nama latin Euphorbia tirucalli ini diperkirakan berasal dari dataran tropis Afrika seperti Angola dan Mozambik yang tersebar hingga Asia seperti Indonesia. Di Indonesia tanaman ini dapat hidup di dataran rendah dengan ketinggian mencapai 600 meter di atas permukaan laut dengan intensitas cahaya matahari langsung, maka tak heran jika kita dapat menjumpai tanaman ini di semak-semak kering dan padang rumput yang luas.

tanaman patah tulang

Tanaman patah tulang merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat herbal yang mujarab mengatasi berbagai penyakit. Dalam setiap bagiannya, tanaman patah tulang mengandung euphol, euphorbone, alfa-laktucerol, taraksasterol, kautschuk (zat karet) serta zat pahit yang diperlukan untuk proses penyembuhan. Tanaman yang bersifat peluruh air seni (dieuratik) ini diketahui memiliki beberapa khasiat mengobati gangguan kesehatan mulai dari sakit gigi hingga tumor. Apa saja penyakit yang bisa disembuhkan dengan tanaman patah tulang? Berikut beberapa diantaranya:

  1. Mengobati kapalan.
    Kapalan dan kutil merupakan suatu kondisi dimana bagian kulit mengeras dan tebal akibat tekanan, gesekan atau iritasi. Gejala yang dirasakan meliputi kulit yang menebal dan kasar, nyeri saat disentuh, terdapat benjolan serta kulit pecah-pecah. Kandungan euphorbone dan taraksasterol dapat membuat kulit yang menebal kembali normal dan menjadi halus.
  2. Mengobati patah tulang
    Sesuai dengan namanya tanaman patah tulang berkhasiat untuk membantu proses penyembuhan tulang patah yang sebelumnya telah mendapat pertolongan medis. Getah pada tanaman patah tulang mengandung senyawa seperti alfa-laktucerol dan kautschuk (zat karet) yang bermanfaat untuk mempercepat proses penyambungan tulang yang patah tersebut.
  3. Mengobati luka akibat tertusuk duri
    Kulit yang tertusuk oleh duri memberikan rasa sakit yang tidak tertahankan seperti perih dan panas. Tentunya rasa perih dan panas ini membuat kita tidak nyaman dan dapat mempengaruhi mood. Getah pada tanaman patah tulang dapat mengeluarkan duri yang tertancap pada kulit. Caranya pun cukup mudah, oleskan getah pada area yang tertusuk duri dan diamkan beberapa saat, maka duri tersebut akan keluar dari kulit dengan sendirinya.
  4. Membantu mengobati tumor
    Tumor merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti karena dapat mengganggu sistem organ tubuh sehingga tidak dapat bekerja secara optimal serta menyebabkan kematian. Tanaman patah tulang dapat menjadi alternatif untuk membantu mengobati tumor. Senyawa euphorbone pada getah tanaman patah tulang berguna untuk menghambat perkembangan sel tumor dalam tubuh.

Kini, tanaman patah tulang telah dimanfaatkan sebagai obat herbal yang mujarab berupa obat dalam dan obat luar. Untuk obat luar penggunaannya seperti mengambi 1 batang patah tulang yang masih hidup, kemudian sayat bagian kulitnya dan ambil getahnya yang kental ke dalam sebuah wadah dan cairkan menggunakan air matang. Oleskan pada bagian yang luka atau meradang untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan. Sedangkan untuk obat dalam hampir sama seperti obat luar yakni menyayat bagian kulit untuk mendapatkan 6 tetsb getahnya kemudian encerkan dengan 2 liter air. Minum getah yang sudah diencerkan tersebut 3 kali sehari. Perlu diingat getah tanaman patah tulang sangat beracun hingga dapat menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengolahnya menjadi ramuan tradisional.

Baca Juga : 

 

Mungkin Anda Menyukai